browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Nikmati Jalan Dakwah Ini

Posted by on October 12, 2011

Oleh : Cahyadi Takariawan

Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya.

Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini.

Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Mendapatkan banyak saudara, mendapatkan banyak ilmu, memiliki banyak pengalaman, mengkristalkan banyak hikmah, menguatkan berbagai potensi diri, menajamkan mata hati dan mata jiwa. Luar biasa, sebuah jalan yang membawa berkah melimpah. Maka, merugilah mereka yang telah berada di jalan ini tetapi tidak mampu menikmati.

Maka mari kita nikmati jalan dakwah ini, “sebagai apapun” atau “tidak sebagai apapun” kita. Posisi-posisi dalam dakwah ini datang dan pergi. Bisa datang, bisa pergi, bisa kembali lagi, bisa pula tidak pernah kembali. Bisa “iya” bisa “tidak”. Iya menjadi pengurus, pejabat, pemimpin dan semacam itu; atau tidak menjadi pengurus, tidak menjadi pejabat, tidak menjadi pemimpin, tidak menjadi apapun yang bisa disebut.

Kamu siapa ?

“Saya pengurus partai dakwah”. Ini bisa disebut.

“Saya pejabat publik yang diusung oleh partai dakwah”. Ini juga bisa disebut.

“Saya pemimpin organisasi dakwah”. Ini sangat mudah disebut.

“Saya kepala daerah yang dicalonkan dari partai dakwah”. Ini cepat disebut.

Tapi, kamu siapa ?

“Saya orang yang selalu berdakwah. Pagi, siang, sore dan malam. Kelelahan adalah kenikmatan. Perjuangan adalah kemuliaan. Saya bahkan tidak tahu, apa nama diri saya. Karena saya lebih suka memberikan hal terbaik bagi dakwah, daripada mencari definisi saya sebagai apa di jalan ini”.

Ya. Nikmati saja jalan ini. Sebagai apapun, atau tidak sebagai apapun diri kita di jalan dakwah. Jangan gagal menikmati.

Selesai Rapat di Markaz Dakwah, Simatupang.

18 Responses to Nikmati Jalan Dakwah Ini

  1. ibe depok

    subhanallah,

    do’akan kami agar istiqomah di jalan dakwah ini ustadz,

  2. Tarie

    Subhanallah..
    Saya juga pernah menuliskan renungan seperti ini.. bahwa dakwah ini sangat indah, kelelahan-kelelahan dan tribulasi-tribulasi yang ada di dalamnya terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja..

    semoga istiqomah di jalan dakwah..

    jazakallah pak Cah..

  3. Retno

    subhanallah pak…yang terpenting berda’wah. mau dikenal orang atau tidak…tetap berda’wah. do’akan saya untuk istiqomah ustadz, dapat memberikan kontribusi untuk da’wah sekecil apapun kontribusi itu.

  4. Ina

    subhanallah…
    Saling mendo’akan ya Ustadz agar selalu teguh dan mencintai jalan dakwah ini…
    salam juang dari Banjarmasin

  5. Aisy

    Super sekali Pak Cah!
    Mengajak berpikir sederhana namun penuh makna
    Karena sesungguhnya hakikat manusia di dunia adalah menyeru kpd Allah..

  6. EN BENCOOLEN

    KAMI PERLU TULISAN2 SEPERTI INI..DAN YG TERPENTING LAGI, KAMI PERLU TELADAN UNTUK YG SEPERTI INI..

  7. hesti

    Kamu siapa ?

    :) saya (pengen lagi jadi) pembuat buku.
    menawi saget, kapan saget sowan ndalem mertosanan pak cah
    bade konsul maleh.nuwun

  8. dwi

    mohon izin share ust.. :)
    sampai ketemu di Bandara Ahmad Yani Semarang besok siang

  9. Tedy Kurniawan Bakri

    Subhanallah…
    Kata-kata yang penuh muatan akan menyentuh dan tertancap dalam pada setiap hati.. Jazakallah Ustadz, menyalurkan butiran energi bagi kami.. Terus berbuat untuk dakwah ini, smoga ustadz dan kita semua istiqomah di jalan dakwah ini..
    Jazakallah ustadz..
    Salam ukhuwah dari tanah Minang..

  10. abuathallah

    salam kangen dari papua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>