Oleh : Cahyadi Takariawan
Hati-hati mengambil media massa sebagai rujukan berita. Beberapa waktu lalu Metro TV memberitakan adanya “buku porno masuk SD”. Berbagai media cyber maupun cetak juga gencar memberitakannya. Sayang, media tidak mengecek kebenarannya. Akhirnya berita itu menjadi fitnah bagi penulis dan penerbit. Padahal penulisnya adalah para anggota FLP (Forum Lingkar Pena) yang terkenal religius.
Lihat kesaksian mbak Afifah Afra di http://www.afifahafra.net/2012/06/salah-distribusi-penulis-yang-kena.html#more.
Para pembaca berita juga cenderung cepat percaya media. Masyarakat ikut menghakimi, dan berkomentar yang mengimani pemberitaan media begitu saja. Coba baca buku itu dengan benar. Jangan dulu mudah berkomentar sesuai selera media.
Penerbitnya adalah PT Era Adicitra Intermedia yang membawa misi dakwah Islam. Mengapa mereka difitnah? Padahal itu buku ISLAMI, bukan PORNO. Lihat pula kesaksian mbak Helvy Tiana Rosa sebagaimana dikutip Shady Sant di http://media.kompasiana.com/buku/2012/06/13/buku-porno-itu-tidak-porno-koreksi-berita-metrotv/


Media elektronik, khususnya Metro TV itu tidak amanah, tidak berimbang, apalagi bila tema-nya itu adalah islam.
Iya Pak, Media kadang seenaknya menuduh. padahal belum baca dan belum konfirmasi ke penulis atau penerbit.
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan, sadarlah wahai metro tv dan media ” fitnah ” lainnya.
Saya melihat orang2 JIL dan konco2 nya hari ini berada dihampir semua media dg posisi yg strategis…
Mereka rajin membuat agenda bersama dan saling mendukung utk mengambil celah guna menembak PKS dg seluruh daya dukungnya (flp, penerbt, dll)..
Salah satu bukti keaktifan mereka termasuk di jejeraring sosial terbukti di pilkada DKI.. Meneurut data pengamat media sosial Dr. Hidayat (dg pks nya) berada diurutan ke-3 yg ramai dibicarakan di media sosial… Padahal konstituen pks dikenal paling byk org2 intelek yg familiar dg fb, twiter, dll