Kisah Sukses Berjualan Busana Muslim Online

Bosan menjadi pegawai selama 2 tahun, Yusuf Fakhruddin memutuskan untuk membuka usaha jualan busana muslim. Kegagalan ketika usahanya baru menginjak di tahun pertama membuatnya lebih berani memasarkan produk melalui online. Alhasil, bisnisnya sukses di dunia maya.

Ketika mendekati Lebaran, busana muslim menjadi sangat banyak diminati. Rupanya, orang ingin merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, sembari berkumpul dengan keluarga, memakai baju lebaran baru. Salah satu yang menikmati berkah di masa seperti sekarang adalah Yusuf Fakhruddin.

Meski hanya lalui kontrakan kecil di Solo, Yusuf – begitu ia biasa disapa – sukses berbisnis busana muslim secara online. Ia memasarkan 90% produknya lewat website dan situs jejaring sosial.

Kesuksesan Yusuf ini tidak datang begitu saja. Ia merintis butik busana muslim Adamhawa Indonesia dengan keringat dan kerja keras. Pria kelahiran Sragen, 15 Mei 1992 ini dibesarkan di keluarga pegawai negeri sederhana. Ayahnya adalah seorang penilik sekolah, dan sang ibu guru.

Sejak menginjak bangku sekolah dasar, Yusuf sudah didorong untuk berprestasi secara akademis. Ia selalu fokus pada studinya. “Boro-boro mikirin bisnis,” ujarnya. Hasilnya, ia selalu mendapatkan peringkat di kelasnya. Puncaknya, ia menamatkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jurusan Teknik Informatika, dengan predikat sangat memuaskan.

Selulus Sekolah Kejuruan pada 2010, Yusuf merantau ke Jakarta. Penyuka ilmu eksakta ini bekerja sebagai pekerja kasar di sebuah perusahaan Otomotif.

Sebenarnya, Yusuf cukup mapan dengan kariernya. Gajinya tergolong besar. “Selalu di atas Rp 5 juta,” ungkapnya. Tapi, ia merasa jenuh. Kemacetan dan jadwal kerja yang ketat membuatnya tidak nyaman tinggal di ibukota. Di pikirannya, ia ingin mengubah cara mencari nafkah dengan membuka usaha.

Yusuf lantas mensurvei segala jenis bisnis, dari jual beli herbal sampai waralaba. Ia sempat terpikir membuka usaha angkringan. Tapi, ia tak pernah bisa merealisasikan sementara belum keluar dari tempat kerja.

Hakiem akhirnya memutuskan berbisnis busana muslim. Ia melihat, peluangnya cukup besar. Di butiknya, Yusuf menjual aneka busana muslim dan aksesorinya sepertibusana muslim, kerudung, jilbab, dan cadar. Harga jualnya berkisar Rp 80.000 sampai Rp 500.000. “Segmennya untuk kalangan menengah ke atas, terutama para pekerja,” ujarnya.

Di tahun pertama, bisnis Hakiem sudah meredup. Omzet penjualannya sangat kecil. “Profit kotornya hanya Rp 1 juta tiap bulan, habis untuk membayar operasional,” terangnya.

Kegagalan itu sempat membuat Yusuf frustrasi, tapi sekaligus memacu semangat. “Saya tahu, penyebab kegagalan itu karena kami belum mempunyai jaringan, kekukurangan pemasok, kualitas barang, terutama model, tren, dan reputasi butik masih belum dikenal,” ujarnya.

Di tahun kedua, Yusuf berusaha memperbaiki bisnisnya. Ia mulai mensurvei selera pasar dan memilih pemasok yang bagus. Awalnya, Yusuf membuat sebuah blog untuk mempromosikan butik Adamhawa Indonesia. Setengah tahun jalan, penjualannya bagus. Pembeli terbanyak berasal dari karyawan kantor.

Di butik Adamhawa Indonesia kini menyediakan berbagai busana muslim branded seperti mutif . Dengan mengambil margin untung antara 5%–40%, saat ini, penjualan rata-rata sehari sekitar 100 barang. “Saya ingin menjadi rujukan pertama orang dalam mencari busana muslim di Indonesia,” terangnya.

Selain Menyediakan Busana Muslim mutif terbaru kini Yusuf juga sedang melebarkan bisnisnya dengan mulai menjadi produsen untuk busana muslim syari’i dengan brand saffanah. Semoga usahanya semakin berkembang dan memberikan manfaat untuk umat.

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *