Sejarah Kerajaan Majapahit: Kejayaan, Keruntuhan, Raja dan Peninggalan

Kerajaan Majapahit – Jika kalian mendengar kata-kata tersebut pasti yang terlintas di dalam pikiran kalian adalah kerajaan terbesar yang pernah berdiri di kawasan Jawa Timur. Akan tetapi, apakah kalian sudah tau sejarah tentang kerajaan ini secara lengkap? atau hanya sekedar mendengar cerita saja tanpa mencari-cari lagi informasi yang sebenarnya?

Jika kalian masih belum tau, cobalah pelajari artikel ini yang saya buat secara singkat tentang Kerajaan Majapahit yang berisi tentang sejarah, kejayaan, keruntuhan, raja-rajanya dan juga peninggalannya.

Oke langsung saja masuk masuk ke dalam inti artikel ini.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan yang baik di kepulauan ini. Kerajaan Hindu Majapahit dengan edaran yang didirikan sekitar tahun 1293-1500 SM oleh Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit mencapai puncak kesuksesan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada sebagai komandan militer pada 1350-1389.

Sorotan kesuksesan ini ditandai dengan kerajaan Majapahit luas yang menampilkan Jawa, Semenanjung Melayu, Sumatra, Kalimantan, dan Jepang Indonesia. Dari dunia kerajaan Majapahit dianggap yang terbesar yang pernah ada di negara ini.

Lembaga dominasi Majapahit didahului dengan serangan yang dilakukan oleh Duke Kediri bernama Jayakatwang dari Singhasari. Penyerangan ini dilakukan karena Singhasari menolak biaya upeti. Serangan terakhir raja Singhasari yaitu Kertanegara terbunuh, kemudian putra bernama Raden Wijaya berhasil melarikan diri dan melarikan diri ke Thailand untuk berburu pengungsian Wiraraja.

Dari Raden Wijaya yang melarikan diri ke Madura, ia kemudian diberi lantai oleh Arya Wiraraja. Administrasi pertanahan adalah hutan yang dikenal sebagai daya tarik hutan.

Hutan ini kemudian dikembangkan oleh Raden Wijaya dan akhirnya berubah menjadi desa dan bernama Majapahit. Kenapa Majapahit? karena di dalam hutan ada beragam buah “maja” dan gaya buahnya yang sangat pahit, itu adalah asal mula gelar Kerajaan Majapahit.

Lembaga desa Majapahit akhirnya berkembang, bertepatan dengan kedatangan orang-orang Mongol, yang tiba di Jawa dan diduga menyerang Singhasari membuat Kertanegara melecehkan utusan-utusan Mongol untuk membayar upeti.

Itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk menggulingkan Jayakatwang terlebih dahulu Kertanegara menghancurkan dan membunuh (raja Singhasari). Raden Wijaya mengadu domba dan menghasut awak Mongolia untuk bekerja secara kolektif untuk menghancurkan fasilitas Jayakatwang Kediri.

Kerajaan Majapahit terakhir bekerja sama dengan militer Mongolia. Raden wijaya bersama Mongol mengatur teknik untuk menggulingkan kekuasaan Kediri. Pertempuran terakhir terjadi dan energi dalam jari-jari Jayakatwang yang jatuh itu pasukan aliansi.

Kecerdasan Raden Wijaya terus berlanjut, ketika pasukan Mongolia berpesta pora, tiba-tiba tuiba yang diserang pasukan Raden Wijaya telah siap sebelum waktunya. Pasukan P membuka Kekaisaran Mongol diusir dari Jawa. Bulan Kartika pada tahun 1215 saka ke-15 merupakan institusi awal Majapahit. Atau tepatnya pada 10 November 1293, pada periode mana itu adalah awal Raden Wijaya atasnya karena raja yang mendasarkan kekuasaan Majapahit.

Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

Masa kejayaan kerajaan Majapahit terjadi pada 1350-1398 M yaitu melalui masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Beberapa bukti kejayaan kerajaan ini dalam jenis e-book puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa yang bersejarah.

Pasokan utama keberadaan Panduan Pararaton majapahit atau Panduan Raja ditulis menggunakan bahasa Kawi. E-book ini menceritakan tentang Ken Arok dan menginformasikan tentang kekuasaan Majapahit. Sementara itu, satu pasokan lainnya adalah dalam jenis prasasti dan catatan dari Cina.

Keberhasilan Kekaisaran Majapahit juga terjadi ketika penunjukan sebagai gubernur Gajah Mada dari Majapahit. Padahal pengangkatan ini memberikan sumpah Gajah Mada Palapa yang benar-benar terkenal hingga sekarang.

Sumpah itu merupakan janji Gajah Mada untuk menyatukan nusantara. Dan dikonfirmasi pada saat Gajah Mada dari kerajaan Majapahit tumbuh menjadi sebuah kerajaan besar. Masa kejayaan terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit saat ini memiliki yurisdiksi di hampir semua elemen nusantara ke semenanjung Malaya, dan bahkan mencapai ekspedisi angkatan laut Majapahit mencapai Laut Cina Selatan.

Masa Keruntuhnya Kerajaan Majapahit

Menurut pendapat yang di ungkapkan oleh ilmunik, bahwa keruntuhnya Kerajaan Majapahit dimulai ketika ujung pemerintahan Hayam Wuruk. Itu karena kemampuan bergulat antara keluarga raja Hayam Wuruk. Selain itu, keruntuhan juga disebabkan oleh peristiwa kepercayaan Islam di masyarakat Majapahit yang demokratis dan tidak mengakui otoritas seorang raja. Perkembangan ini mengguncang iman Islam dan fondasi spiritual kepercayaan pada masyarakat majapahit yang tetap menganut Hindu.

Salah satu dari banyak penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit adalah terhentinya institusi kerajaan Islam pada akhir abad ke-14 dan pengikut abad ke-15 awal. Hal ini membuatnya mulai meninggalkan kerajaan Majapahit langkah demi langkah dan beralih ke kerajaan Islam.

Pertempuran sipil yang telah dijelaskan di atas menghasilkan dalam kerajaan tidak hanya tidak peduli untuk kemudian memicu kemunduran di bidang Ekonomi. Terlebih lagi, sedikit demi sedikit perdagangan di dalam kepulauan diambil alih oleh para pedagang yang telah melintasi kerajaan Majapahit, atau mungkin dari permukaan kerajaan ini.

Sistem keuangan kerajaan Majapahit adalah jenis yang unggul dan membuat individu tetap damai. Tindakan keuangan yang dilakukan mencakup pertanian dan transportasi. Hasil pertanian mengandung beras, wijen, rempah-rempah, kacang yang tidak berpengalaman.

Sementara itu, dari buah-buahan merangkul pepaya, durian, langsa, kelapa, pisang dan semangka. Untuk memperoleh sebagian besar hasil pertanian, otoritas Majapahit membangun dua bendungan yaitu Trailokyapur (digunakan di daerah hilir) dan bendungan Jiwu (untuk padi).

Untuk membantu kehidupan finansial, Kekaisaran Majapahit memiliki uang asing pribadi sebagai cara bertransaksi. Uang asing itu bernama gobog tunai, bentuk koin dan memiliki celah di tengahnya. Uang tunai ini dibangun dari kombinasi timah, perak, timah, dan tembaga. Selain itu, kepeng (berasal dari berbagai dinasti) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Berdasarkan pedagang bahasa Cina bernama Wang Ta-yuan, komoditas ekspor yang saat ini direngkuh oleh kerajaan ini: garam, merica, kain, dan burung beo. Sementara itu, impor pasokan mencakup: emas, perak, mutiara, keramik, sutra, dan benda-benda yang terbuat dari besi.

Raja-Raja Kerajaan Majapahit

  1. Raja Kertajaya / Raden Wijaya.
  2. Raja Jayanegara.
  3. Ratu Tribuwana Tunggadewi.
  4. Raja Hayam Wuruk.
  5. Raja Wikramawardhana.
  6. Ratu Suhita.
  7. Raja Kertawijaya.
  8. Raja Rajasa Bangsal.
  9. Raja Purwawisesa.
  10. Raja Brawijaya V.

Peningalan Kerajaan Majapahit

Peninggalan kerajaan membangun kuil dan prasasti, semua peninggalan ini peninggalan budaya material Indonesia. Beberapa peninggalan candi Majapahit meliputi:

  • Candi Cetho: Format candi terletak di dalam Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawa, Karanganyar, Jawa Tengah. Peninggalan candi Kerajaan Majapahit kemungkinan dibangun pada akhir jatuhnya Majapahit, atau cukup abad ke-15 Masehi.
  • Candi Jabung: Terletak di desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Kuil kekuasaan Majapahit telah dibangun tahun 1350.
  • Wiring temple gada: Terletak di desa Pasir Jati, Kabupaten Trowulan-JawaTimur. Candi dominasi Majapahit berbentuk lengkung dan telah dibangun pada 14 M, bangunan ini adalah kediaman gerbang Gajah Mada.
  • Candi Tikus: Identik dengan Brahu, selain itu terletak di dalam Candi Rat terletak di situs arkeologi Trowulan, tepatnya di Dusun Mete, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Peninggalan bersejarah candi Kerajaan Majapahit dikenal sebagai setelah tikus candi sebagai hasil dari pada awal penemuan, bangunan tumbuh menjadi sarang tikus liar.

Penutup

Nah, mungkin hanya itu saja sedikit penjelasan yang dapat saya berikan tentang sejarah, kejayaan, keruntuhan, raja-raja, dan juga peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Semoga dengan sedikit penjelasan tersebut dapat membantu serta dapat memberikan kalian tambahan ilmu pengetahuan tentang budaya Indonesia.

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *