Contoh Narasi beserta Panduan Membuat Karangan Narasi

contoh narasi

CONTOH NARASI – Karangan atau paragraf narasi adalah suatu jenis karangan yang berisi tentang suatu cerita dengan runtutan waktu dari awal sampai akhir. Narasi sendiri juga terbagi lagi menjadi narasi informatif, narasi ekspositorik, narasi artistik, narasi sugestif.

Karangan narasi dibangun oleh suatu cerita yang memiliki alur, dan alur tersebut tidak menarik apabila tidak ada suatu konflik atau tema. Membuat suatu karangan narasi harus benar-benar diperhatikan langkah-langkahnya, dan sebelum membuat karangan narasi sebaiknya ketahui terlebih dahulu ciri-ciri narasi.

Ciri-ciri Narasi

contoh narasi
sumber: sarungpreneur.com

Tanpa mengetahui ciri-ciri narasi, seseorang akan kesusahan membuat suatu karangan narasi. Jadi, mengetahui ciri-ciri narasi meupakan suatu hal yang perlu dan penting. Berikut ini adalah ciri-ciri suatuu narasi.

  • Cenderung ke unsur tindakan atau perbuatan.
  • Runtutan waktu yang jelas.
  • Susunan narasi lebih ditekan ke kronologis.
  • Umumnya mengarah ke sebuah jawaban dari yang sedang terjadi.
  • Umumnya bercerita tentang pengalaman seorang penulis.
  • Di dalamnya terdapat konflik.
  • Peristiwa yang diceritakan bisa bersifat fiksi maupun non fiksi.
  • Mempunyai nilai estetika. Maksudnya penulis bebas mengekspresikan kreatifitas dalam memilih gaya bahasa.

Jika sudah mengetahui ciri-ciri sebuah narasi, langkah selanjutnya bisa dengan banyak-banyak membaca contoh narasi. Supaya lebih jelas dan memahami suatu karangan narasi. Setelah itu, pelajari langkah-langkah membuat suatu karangan narasi.

Langkah-langkah Membuat Narasi

contoh narasi
sumber: siswonesia.com

Mulai dari tema, sasaran pembaca, rancangan peistiwa yang akan ditampilkan, pembagian peristiwa utama di awal, tengah, dan akhir cerita, rincian cerita, susunan tokoh dalam cerita meliputi latar, watak, dan sudut pandangnya, serta penempatan tanda baca yang tepat.

Jadi membuat karangan narasi sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah yang benar. Supaya karangan narasi yang dibuat tidak berantakan dan menarik. Berikut adalah langkah-langkah membuat karangan narasi.

  • Tentukan tema dan usahakan mengandung suatu amanat yang bisa disampaikan pada pembaca.
  • Tentukan sasaran pembaca karangan yang dibuat.
  • Buat rancangan alur peristiwa utama.
  • Tempatkan peristiwa utama dibagian awal, tengah, dan akhir karangan yang dibuat.
  • Buatkan rincian peristiwa dan jelaskan detail-detailnya sebagai pendukung cerita.
  • Buatkan skema  tokoh, watak, latar, serta sudut pandang.
  • Paham dan mengerti penempatan tanda baca secara benar.

Itulah langkah-langkah untuk membantu dalam membuat narasi yang baik. Jika belum terbiasa tentu akan cukup kesusahan dan memakan waktu lama dalam membuat sebuah karangan narasi. Maka dari itu belajar membuat karangan narasi cukup membutuhkan waktu yang khusus.

Seperti yang sudah dibahas, sebelum membuat karangan narasi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu ciri-ciri narasi dan langkah-langkah untuk membuatnya. Setelah itu bisa dilanjut  dengan membaca-baca contoh narasi yang sudah dibuat oleh seseorang yang sudah terbiasa membuat karangan narasi dan karangannya tersebut diakui oleh pembaca.

Contoh Narasi

Teks Narasi
Sumber: semuacontoh.blogspot.com

“Tepat tanggal 11 Desember, kegiatan belajar mengajar di sekolahku libur selama seminggu yang berarti waktu liburan akan berakhir pada tanggal 17 Desember. Aku akan memanfaatkan waktu liburan ini untuk berlibur bersama keluargaku ke tempat wisata Baturaden. 

Keesokannya aku langsung menyiapkan semua kebutuhan untuk berlibur ke tempat wisata tersebut. Aku dan keluarga pun berangkat dari rumah semenjak pagi dengan membawa mobil. Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati indahnya melihat pohon-pohon di pinggir jalan yang seolah-olah seperti bergerak. 

Rasa senangku semakin menjadi-jadi ketika aku dan keluarga sampai di tempat wisata Baturaden. Dengan senyum penuh kegembiraan aku langsung berlari menuju tempat pembelian tiket masuk. Setelah mendapatkan tiket, aku langsung masuk menuju tempat pemandian. 

Ku panggil ayahku untuk bermain air di pemandian tersebut. Aku pun langsung mengambil air dengan tanganku lalu aku ayunkan ke arah ayahku sambil tersenyum penuh canda tawa. Setelah bermain air aku dan keluarga berkeliling disekitar tempat wisata tesebut dengan berjalan kaki bersama. 

Momen ini menjadi sangat harmonis, dan aku tidak sia-siakan untuk mengabadikannya dengan foto bersama. Tidak terasa hari pun sudah sore, akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Dalam hati sebenarnya belum mau meninggalkan momen ini, namun mau bagaimana lagi, waktu terus berjalan. Akhirany aku pun harus pulang, dengan penuh harapan semoga momen ini akan tejadi lagi dalam waktu dekat.”

Contoh narasi di atas adalah salah satu contoh narasi yang bertema liburan, masih banyak teman lain untuk membuat narasi seperti narasi dengan tema cerita lucu, cerita persahabatan, dan lainnya. Demikian pembahasan tentang karangan narasi, meliputi contoh ciri-ciri narasi, langkah-langkah membuat narasi, dan contoh narasi. Semoga artikel ini membantu.

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan